Headlines News :
Real Viral Traffic at vTrafficRush.com!
Home » , » MEMAHAMI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

MEMAHAMI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

Written By Unknown on Wednesday, September 19, 2012 | 12:18 PM


Paradigma pembelajaran dalam dunia pendidikan dewasa ini telah berubah, dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi, guru sebagai salah satu sumber belajar. Perubahan paradigma tersebut dapat dimaknai bahwa telah terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya. Eksistensi teknologi dalam pendidikan memberikan sumbangan yang luar biasa. Mulai dari tersedianya alternative model pembelajaran, meningkatnya pilihan sumber belajar, strategi, metode, teknik dan taktik belajar pun berkembang dengan cepat dan lebih baik. Sehingga dalam proses pembelajaran tidak lagi dikenal istilah “belajar itu membosankan”, tetapi “belajar itu menyenangkan”.
Produk teknologi informasi (TI) dalam bidang pendidikan telah banyak dihasilkan oleh para teknokrat pendidikan dan telah banyak diterapkan di berbagai lembaga pendidikan, baik internasional, nasional maupun local. Dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan yang memanfaatkan produk TI tersebut, maka semakin tinggi pula persaingan, baik antar lembaga pendidikan maupun antar tenaga pendidik. Dimana lembaga pendidikan yang tenaga pendidiknya sudah melek teknologi pembelajaran, akan cenderung untuk dipilih sebagai tempat belajar oleh calon pembelajar. Dengan kata lain, Pendidik sebagai ujung tombak dalam interaksi selama proses pembelajaran dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memafaatkan teknologi khususnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab pendidik.
Penggunaan Multimedia Interaktif dalam pembelajaran sangat bardampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Materi pelajaran yang dahulu dicetak dalam kertas (hardfile), kini dapat dikemas dalam softfile bentuk CD, DVD, flashdisk, dll. Dalam hal ini pembelajaran dekenal dengan istilah Computer Base Instruction (CBI). Dimana dalam materi pembelajaran multimedia interaktif dapat disajikan pula Text, image, sound, movie, dll, yang dapat dikemas menjadi materi pelajaran yang bersifat tutorial, drill atau bahkan berbentuk games. Menurut Dr. Deni Darmawan, M.Si. dalam bukunya yang berjudul “Teknologi Pembelajaran” tahun 2012, mengatakan bahwa “Program pembelajaran interaktif berbasis computer memiliki nilai lebih, dibanding bahan pembelajaran cetak biasa. Pembelajaran interaktif mampu mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multimedia”.
Dalam pembelajaran, terdapat tiga fungsi media, termasuk di dalamya internet, dimana multimedia memiliki fungsi sebagai bahan tambahan dalam pembelajaran (suplemen), sebagai pelengkap materi pembelajaran (komplemen) dan sebagai pengganti materi pembelajaran (subtitusi). Multimedia sebagai suplemen dapat diartikan sebagai pilihan alternative bagi peserta didik dalam memilih jenis penyajian bahan pelajaran seperti apa yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dalam belajar. Dalam pengertian multimedia sebagai suplemen, tidak ada kewajiban bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran secara elektronik. Meskipun demikian, pendidik disarankan untuk terus mendorong pembelajar untuk mencoba memanfaatkan materi elektronik tersebut, dengan catatan pendidik harus senantiasa memutakhirkan materi pembelajaran secara kontinu.
Pengertian multimedia sebagai komplemen, materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik dalam kelas. Dengan demikian, materi pembelajaran elektronik merupakan materi pembelajaran penguat yang bersifat sebagai pengaya atau pengingat pelajaran yang telah disampaikan waktu lalu.
Pengertian multimedia sebagai subtistusi, materi pembelajaran elektronik yang disampaikan dalam pembelajaran merupakan materi pelajaran pengganti. Dalam hal ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk memilih cara belajar yang sesuai dengan aktifitasnya. Penyampaian materi pelajaran dengan model ini dapat dilakukan secara virtual. Peserta didik dapat mengikuti pembelaaran secara tatap muka langsung di kelas atau dapat memilih kelas virtual yang disiapkan untuk peserta didik yang tidak dapat hadir di kelas. Baik peserta didik yang mengikuti pembelajaran secara langsung dikelas maupun yang mengikuti program virtual class, akan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dalam pembelajaran. Kehadiran, tugas, materi dan lainnya, tidak dibeda-bedakan.
Telah banyak beredar program pembelajaran yang memiliki basis multimedia interaktif yang dapat diperoleh baik secara membayar maupun gratis untuk lisensinya. Secara sederhana, penyampaian materi pelajaran berbasis multimedia interaktif dapat digunakan software presentasi, seperti Microsoft Office PowerPoint, LibreOffice, OpenOffice dan software presentasi lainnya. MOODLE, sebagai salah satu aplikasi Multimedia Interkatif berlisensi GNU/GPL alias gratis, yang memberikan fasilitas yang yang sangat lengkap untuk menunjang pengelolaan pembelajaran virtual class, dan telah marak digunakan hamper di seluruh dunia. Bagi yang belum mengenal MOODLE silakan kunjungi website resminya di http://moodle.org

Referensi : Darmawan, Deni (2012). “Teknologi Pembelajaran”. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Amal Aja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger